Cystrans.id – Tol Trans Sumatera Bakauheni – Terbanggi Lampung sudah resmi beropasi semenjak 8 Maret 2019 lalu. Tol ini juga diresemikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pemerintah mendorong untuk segera menyelesaikan pembagunan tarif Tol Trans sumtera dalam rangka memangkas biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk di tiap daerah Indonesia. Pada Tahun 2015 tepatnya tanggal 30 April merupakan awal peletakan batu pertama Tol Trans Sumatera Bakauheni – Terbanggi. Hal ini merupakan tonggak awal pengerjaan Tol yang menghubungkan Lampung – Aceh sepanjang kurang lebih 2.700 km.

Sebelumnya pada tahun 2007 telah diselesaikan rancangan Tol trans jawa oleh Kementerian PUPR bersama KOICA (Korean Internasional Cooperation Agency) dab dilanjutkan keluarnya Perpres No 10 rahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Tol Trans Sumatera.

Tarif Tol Trans Sumatera

Kementerian PUPR telah mengeluarkan pernyataan menegenai tarif Tol Trans Sumatera Bakauheni – Terbanggi Besar. Tol yang melintang sepanjang 140, 9 Kilometer ini akan diberkalukan pada tanggal 17 Mei nanti. Hal Tersebut sesuai dengan keputusan Menteri PUPR Nomor 305/KPTS/2019. Untuk besaran tarif yang diberlakukan ada 3 yaitu :

Golongan I Sebesar Rp 112.500
Golongan II Sebesar Rp 168.500
Golongan III dan IV Sebesar Rp 224.500

Basuki Hadimuljono selalu Menteri PUPR mengatakan bahwa pemberlakukan tarif dilakukan setelah selama dua bulan oprasional Tol digratiskan untuk masyarakat.

Ujicoba tanpa tarif tol selama 2 bulan sudah dapat dilihat dampak yang cukup signifikan. Dalam mengurangi waktu tempuh kendaraan sehingga adanya peningkatan intesitas pergerakan orang dan logistik

“Pada mudik lebaran 2019, Tol Bakauheni – Terbanggi Besar Lampung sudah beropasional secara normal dan akan tersambung dengan ruas tol Terbanggi Besar hingga ke Palembang yang dibuka secara fungsional.” Ujar dia.

“Ruas yang menjadi bagian penting dalam memangkas biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk Indonesia. Konektivitas dari dan menuju Pelabuhan Bakauheni sebagai pelabuhan utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera” Basuki mengakatan.

Sebagai informasi, tol ini menelan investasi sebesar Rp 16,7 triliun dengan porsi modal atau ekuitas sebesar 51,8 perseb dab 48,1 persen dipenuhi melalui skema investasi dari tujuh bank.

sumber :
liputan6.com
BPTJ