PT ASDP Indonesia Ferry selalu pengelola pelabuhan memberlakukan peraturan mobil perpelat ganjil dan genap untuk menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni atau sebaliknya. Peraturan ini diterapkan untuk mengatasi kepadataan lalu lintas arus mudik lebaran dan arus balik lebaran.

Menurut kepala Dinas Perhubungan Lampung (Qodratul Ikhwal) penerapan kendaraan mobil berpelat ganjil dan genap masih sekedar besifat imbauan. ” Tujuanya adalah untuk mengurangi kemacetan di dermaga- dermaga penyebrangan yang datang dari jawa atau sebaliknya.

untuk penerapannya juga tidak diberlakukan sangksi ternadap para pemudik “Kasihan jika para pemudik yang sudah mencapai dermaga penyeberangan kalau kita suruh putar arah” Ujar Qodratul

Baca juga : Tarif Tol Trans Sumatera Lampung – Palembang

Jadwal Ganjil Genap Di Pelabuhan Merak Dan Bakauheni

Pelabuhan Merak :

  • H – 6 (30 Mei) dan H – 4 (1 Juni) Kendaraan mobil bernomor Genap
  • H – 5 (31 Mei) dan H – 3 (2 Juni) Kendaraan mobil bernomor Ganjil

Pelabuhan Bakauheni :

  • H + 2 (8 Juni ) Kendaraan mobil Bernomor Genap
  • H + 1 (7 Juni) dan H – 3 (9 Juni) Kendaraan mobil bernomor Ganjil

Pemberlakuan tersebut akan dimulai dari H-6 sampai H+3 setelah hari raya lebaran dan akan berlaku mulai dari jam 20.00 WIB sampai 08.00 WIB. Sementara untuk siang harinya peraturan tersebut tidak berlaku diruas mudik manapun. Selain kebijakan ganjil genap tersebut. Pihak ASPD juga telah mempersiapkan langkah lain untuk mengurai tingkat kemacetan bila terjadi, untuk lebih jelasnya bisa kita lihat sebagai berikut :

  • Pemberlakuan Cashless untuk bisa mempercepat proses transaksi di loket penjualan.
  • Mengupayakan kapal bantuan jika terjadi lonjakan pemudik di pelabuhan.
  • Pengaturan roda 2 yang diangkut melalui dermaga dan kapal tertentu (situasional)
  • Optimalilasi pencapaian trip dengan pola percepatan bongkar muat dan waktu pelayaran di percepat

Peraturan tersebut telah dikelaurkan oleh Kementrian Perhubungan dan dilaksanakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Lampung dan Bengkulu, Dinas kepolisian dan ASDP selaku pengelola pelabuhan Merak dan Bakauheni. Surat tersebut dikeluarkan pada 9 Mei 2019